Kamis, 19 September 2013

Cahaya Itu Mulai Tampak

Huftt..Sekali - kali nya kembali dari tidak menulis selama 6 bulan di mulai dengan kata yang tidak ada dalam kosa kata bahasa Indonesia namun lebih terdengar seperti helaan nafas seakan - akan terlalu penat dengan berbagai masalah. Kasihan sih blog ini sudah terlalu lama tidak di berikan "protein" berupa tulisan, apalah artinya blog tanpa artikel - artikel, walau sesederhana apapun tulisan itu.
Tidak ada alasan yang pantas untuk menjadi sebuah sebab untuk tidak menulis, seharusanya itu seorang penulis mampu tetap menulis walau sesulit apapun, ahh memang dasar aku yang tidak cocok atau tidak berbakat untuk menjadi seorang penulis, selalu saja sulit untuk menemukan sebuah inspirasi untuk di tuangkan pada blog ini.

Sibuk, sebuah alasan klise yang digunakan oleh beberapa orang yang "malas" untuk mencari inspirasi, walaupun sebenarnya selama 6 bulan tersebut banyak sekali hal - hal yang dapat dituangkan menjadi sebuah tulisan sederhana, hanya saja terlalu singkat untuk disajikan. Namun kali ini hal yang menjadi "kerangka inspirasi" untuk tulisan ini rasa - rasanya sangat perlu untuk dijadikan sebuah kenangan dan disimpan sehingga mungkin nanti akan dapat dinikmati oleh anak - cucuku kelak, asik.

Kalimat basa - basi terus saja mengalir seakan dendam terhadap waktu yang tidak digunakan selama ini padahal topik nya saja bahkan belum tersentuh sedikitpun. Hal yang menjadi inti dari tulisan ini adalah tentang kejadian yang kemarin terjadi di kampusku tercinta, ahh lebay. Sudah dari awal - awal semester aku menghadapi masalah yang bagi sebagian orang sepele dan bagi sebagian orang lagi sangat berat, namun bagiku masalah ini memang dapat dikatakan sebagai msalah yang lumayan berat karena berhubungan dengan orang lain, bukan teman maupun musuh, tapi ini adalah DOSEN. Seorang dosen Pembimbing Akademik yang sangat besar perannya karena kita sangat memerlukan beliau walau hanya sekedar tanda tangan, namun itulah yang sangat berat.

Ini yang mungkin bagi sebagian orang merupakan sebuah hal yang sepele, tentu saja, karena yang mereka hadapi adalah bukan seorang yang sangat menjengkelkan, bukan seorang dengan sifat yang seakan - akan menonjolkan bahwa dirinya itu seorang yang PERFECT atau Perfectionist seperti yang harus aku hadapi pada setiap semester. Cerita tentang "beliau" ini pernah sedikit aku bahas pada disini. Tujuan beliau mungkin bagi sebagian orang yang mampu berfikir positif merupakan hal yang baik namun tak banyak pula yang menganggap bahwa beliau ingin "menahan" ku lebih lama di kampus yang dicintai orang lain itu, haha..

Namun masalah dengan beliau itu mulai menampakkan sedikit cahaya terang, walaupun tidak spenuhnya dapat dikatakan "terang", puncaknya adalah kemarin disaat hari terakhir waktu perubahan mata kuliah yang mau aku tempuh pada semester 7 ini (Wow!! Mahasiswa Semester Akhir) jadi tentu saja aku memerlukan tanda tangan beliau sebagai syarat dari akdemik. Pilihan awal untuk tanda tangan tersebut jatuh kepada seorang Ketua Jurusan ( Kajur) namun beliau yang pada hari itu terlalu banyak "mengeluarkan" tanda tangannya merasa berat dan menganjurkan aku beserta temanku untuk meminta tanda tangan pada dosen PA nya masing - masing. Jadilah aku harus menjumpai PA tersebut, dengan jantung yang berdegup (bukan lebay, ini fakta) aku memberanikan diri masuk ke ruangan beliau bersama temanku yang PA kita sama, setelah mengucapkan salam dan mengutarakan niat baik kami disini lah mungkin awal mula dari ke-emosi-an beliau muncul, temanku itu beberapa kali salah pada saat diminta menunjukkan berkas KHS (Kartu Hasil Studi) merasa dibodoh - bodohi akhirnya dia menyuruh temanku itu untuk benar - benar mencari berkas tersebut, dan ketika giliranku tiba dan mengutarakan tujuan yang sama beliau langsung berkata " Kamu mau apa ? Kamu yang selalu demo dan bentrok dengan saya kan? ", bentak beliau. DEG!! Ini pasti awal yang buruk, aku sudah mencium bau - bau yang tidak enak, pasti aku tidak diizinkan untuk menambah mata kuliah semester ini, pasalnya awalnya karena alasan tertentu aku hanya mengambil 18 sks lalu aku ingin mengambil hak ku untuk mencapai 22 sks dan tentu saja dengan keras beliau menolak memberikan tanda tangan tersebut, dan menyuruhku untuk menemui Kajur ( beliau tidak tau kalau sebelumnya kami sudah bertemu dengan Kajur ) untuk meminta tanda tangan, dengan tertunduk lesu sambil mengatakan "maaf pak", lalu aku keluar dari ruangan beliau dan menuju ke kampus untuk menemui Kajur, perlu diketahui bahwa gedung kantor mereka berbeda dan ada jarak yang lumayan jauh, dan cuaca hari itu sangat panas...

Masuk keruangan Pak Kajur dengan muka memelas sambil bercerita bahwa beliau (PA) tidak memberikan tanda tangan kepada kami lalu dengan tegas Pak Kajur berkata " Oke, biar saya telpon bapak itu " , ahh situasi menjadi semakin rumit, pasti masalahku akan bertambah karena tentu saja tidak enak jika ada dosen yang ditegur oleh Ketua Jurusan karena seorang mahasiswa. Dan selama beliau melakukan perbincangan melalui handphone kami disuruh tunggu diluar. Aku dan temanku tentu saja mengira - ngira apa yang bakal terjadi setelah ini, semua hal yang kami pikirkan adalah hal yang negatif. Entah apa yang mereka perbincangkan selama itu lalu Pak Kajur keluar dari ruangannya dan memanggil kami berdua sambil berkata, " Kamu temui dosen PA dikantornya ",  sambil menunjuk temanku, kembali aku terdiam dan berfikir bahwa ini dia puncak dari masalahnya, aku masuk kedalam ruangan beliau lagi, di mediasi dan di introgasi selama beberapa saat, beliau bertanya bagaimana sikapku ketika menemui beliau sehingga membuat beliau marah padaku, tentu saja aku merasa tidak pernah berbuat hal yang tidak sopan karena untuk menjumpai beliau saja aku sudah sangat ketakutan.

Ini dia yang aku sebut cahaya terang, beliau mengatakan bahwa aku disarankan untuk mengganti dosen PA, oke disatu pihak aku senang namun dilain pihak aku tidak ingin ada masalah dengan dosen, tentu saja itu akan mempersulit segala hal tentang kuliahku. Namun aku berfikir bahwa itu adalah urusan nanti, lalu beliau menyuruhku untuk meng-copy berkas - berkas sebelum ditanda tangani, dengan semangat aku berlari keluar ruangan tidak peduli dengan panasnya cuaca hari itu aku berlari menuju tempat foto copy, dan kembali keruangan beliau dengan girang, dan aku mendapatkan tanda tangan tersebut. YES !!

Setelah semua yang terjadi pada hari itu ketika aku akan pulang menuju kost-ku baru lah efek dari semua kejadian hari itu terasa, capeknya huft. Dan akhirnya karena waktu makan siang telah tiba aku membeli nasi padang juga sebungkus teh dingin, makanan dan minuman sederhana itu sangat membantu untuk me-recharge stamina yang terbuang dengan lelahnya fisik dan bathin dicuaca yang sangat panas hari itu, dan akhirnya tanpa terasa aku pun langsung tertidur, dan cerita hari itu pun tidak ada yang perlu untuk diceritakan lagi...

Selesai...

1 komentar:

" Gunakanlah selalu kata yang bijak.. "
(Use "Anonymous" if haven't any account)